Manifesto puitik tentang perlawanan adat New Guinea
Oleh: Maria Kebar
Satu jam empat puluh lima menit durasi film dokumenter Pesta Babi sudah berhasil merobek ingatan penjajahan ekologis di Tanah New Guinea, sebagai cerminan ribuan luka yang ditorehkan di dalam jiwa Bangsa New Guinea, bangsa yang dibius menikmati luka.
Pesta Babi bukan hanya sekadar film, ia adalah roh leluhur yang sudah menarik semua jiwa yang menontonnya. Roh ribuan leluhur dari Tanah Boven Digoel, leluhur yang menjaga alam, mensinergikan manusia dan alam, memberi petuah-petuah selama ribuan tahun peradaban Bangsa New Guinea.
Pesta Babi adalah corong tajam dari New Guinea Selatan. Dandhy Dwi Laksono diberi hikmat dan kekuatan leluhur untuk menyerang korporasi dan kolonialisme di atas Bangsa Kami, New Guinea.
Ia, Pesta Babi, seperti gong yang berkumandang, pertanda peperangan akan segera dimulai. Ini seperti awal sebuah pelepasan bagi Bangsa New Guinea.
Wahai manusia New Guinea, kulit hitam, rambut keriting! Kita sudah di ambang pintu kebebasan. Keluarkan dan persiapkan amunisi revolusi spiritual adat dari setiap sukumu.
Tanah New Guinea adalah rumah bagi ritual adat turun-temurun. Strategi jitu dari leluhur New Guinea Selatan membuat peta konsesi kerusakan di tanah ini membabi buta. Ada kekuatan transenden yang dimainkan tanah ini sendiri untuk mempertahankan keperawanannya.
PSN, militerisme, Fangiono, Haji Isam, dan semua antek-antek lokal yang memakai baju asing, sudah ditaruh dalam para-para persembahan kepala babi bagi kerusakan Tanah New Guinea. Mereka sedang dimasak, diolah; seperti halnya ritual adat Pesta Babi di New Guinea. Semua suku di Tanah New Guinea memiliki ritual Pesta Babi.
Tujuannya sama; dimasak bersama, dimakan bersama untuk kemenangan perang, atau peperangan yang segera dimulai. Tanah, manusia, dan alam New Guinea adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.
Revolusi Spiritual Adat New Guinea sedang dimainkan. Ada pasukan kasat mata yang tidak terlihat sedang menjaga tanah leluhur ini, sedang berperang dengan strategi yang tidak mampu dibaca oleh lawan. Analisis dalam dunia fisik dapat diterka, tetapi analisis dalam dunia ide tidak dapat diterka.
Pesta Babi adalah nafiri peperangan.
Selamat berjuang.

